Probe sought over slow and costly internet services

Listen to article

Sebuah investigasi kongresial terhadap layanan internet yang mahal, lambat, dan sulit digunakan di Filipina sedang didorong oleh para anggota legislatif.

Perwakilan Leyte Ferdinand Martin Romualdez dan para pemimpin DPR lainnya menyatakan bahwa banyak warga Filipina mengalami masalah konektivitas internet meskipun telah ada Undang-Undang Konektadong Pinoy sebagai langkah legislatif baru. Wakil Ketua David Suarez dan Jay Khonghun mengajukan Resolusi DPR Nomor 823, yang meminta Komite Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mengevaluasi keandalan layanan internet, metrik kinerja, struktur harga, serta jaminan perlindungan privasi pengguna.

Para anggota legislatif menyatakan bahwa 48,8% rumah tangga Filipina memiliki akses ke internet rumahan pada tahun 2024, sementara lebih dari setengah populasi tetap tidak memiliki akses internet atau mengalami layanan yang tidak memadai. Filipina terus tertinggal dibandingkan beberapa negara Asia lainnya karena layanan internetnya masih lebih lambat dan lebih mahal, yang menimbulkan dampak negatif bagi siswa, pekerja, dan keluarga di seluruh negeri.

React to this article:
Written by
Erl Burtanog

Erl Burtanog

Senior Writer

Erldian Burtanog is a Communication Arts graduate who brings a fresh perspective to the world of technology. His curiosity and passion for storytelling have led him to cover the latest in tech, innovation, and digital trends. He specializes in video production, editing, and writing, and has covered events both locally and internationally for YugaTech. Outside of tech journalism, he creates fashion content and pursues his interest in styling, blending creativity with media and storytelling.

View all posts by Erl Burtanog →

0 Comments

Leave a Reply

Loading next article...