Strava telah mengajukan gugatan terhadap Garmin, menuduh perusahaan tersebut melanggar patennya terkait segmen dan peta panas. Kasus ini juga mengklaim bahwa Garmin melanggar Perjanjian Kerjasama Utama ketika menciptakan teknologi peta panasnya sendiri.

Strava meminta pengadilan untuk melarang Garmin menjual jam tangan pintar yang menggunakan fitur yang dipertentangkan tersebut. Hal ini dapat memengaruhi sebagian besar lini produk Garmin, karena kedua fungsi tersebut umum terdapat pada perangkat kebugarannya.
Konflik ini menyusul perubahan kebijakan terbaru dari Garmin yang mewajibkan perangkat lunak pihak ketiga untuk menampilkan logo mereka pada postingan aktivitas atau berisiko kehilangan akses API. Menurut sebuah thread di Reddit mengenai situasi ini, langkah tersebut mungkin telah memicu konflik.
Kedua perusahaan telah bekerja sama erat di masa lalu, dengan perangkat Garmin mengintegrasikan alat pelacakan dan berbagi aktivitas milik Strava. Namun, tindakan hukum ini menandakan pergeseran besar dalam hubungan mereka.
Sumber industri, termasuk DC Rainmaker, mencatat bahwa Garmin tidak menegakkan aturan logo tersebut, yang menambah kebingungan dalam situasi ini. Para pengguna Reddit juga menyarankan bahwa Strava mungkin nantinya akan mencabut gugatan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Sampai saat ini, Chief Product Officer Strava, Matt Salazar, mengeluarkan penjelasan melalui Reddit. Namun, ia dikritik keras oleh para pengguna karena menggunakan API mereka secara tidak etis terhadap pengguna lain.
Meluruskan rekam jejak tentang Garmin
olehu/strava-team diStrava
Ia menuduh bahwa mereka sedang berupaya mencegah iklan yang terang-terangan dari Garmin, sekaligus mengamankan data pengguna. Salazar menambahkan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Garmin selama lebih dari lima bulan untuk mengatasi masalah tersebut, namun tanpa hasil.

0 Comments
Leave a Reply