Kementerian Perdagangan dan Industri (DTI) serta Kementerian Kesehatan (DOH) sedang meneliti bahaya kesehatan dari hoverboard dan mempertimbangkan pelarangan penjualan jika terbukti menjadi risiko keselamatan bagi pengguna.
Dalam sebuah laporan oleh ABS-CBN, DTI dan DOH telah membentuk tim investigasi terkait isu keamanan hoverboard. Skuter seimbang mandiri dua roda yang menjadi barang populer bagi anak-anak dan remaja ini belakangan menjadi berita karena laporan mengenai terbakarnya perangkat tersebut.

Minggu lalu, Philippine Airlines (PAL) dan Cebu Pacific telah melarang penggunaan hoverboard di penerbangan karena risiko kebakaran potensial yang mungkin disebabkan oleh baterai lithium-ion berdaya tinggi pada perangkat tersebut. Maskapai penerbangan internasional lainnya seperti British Airways, Delta, United, dan American Airlines juga telah melarang hoverboard di penerbangan.
Kini, DTI dan DOH telah mengimbau agar hoverboard hanya digunakan oleh anak-anak berusia 14 tahun ke atas. Kedua lembaga pemerintah tersebut meminta waktu dua minggu untuk menyelesaikan penyelidikan terhadap hoverboard dan dapat memerintahkan pelarangan total, pengaturan penjualan, atau penerapan langkah-langkah keselamatan tambahan tergantung pada hasil investigasi.
sumber: Twitter Berita ABS-CBN

“Hoverboard” should be put in quotes. As stated, they are self-balancing scooters. They don’t fit the name it is called.