Dalam VST ECS CXO Tech Summit 2025 yang diselenggarakan di Sagana C Ballroom, Shangri-La, Dell Technologies berbagi wawasan mengenai bagaimana organisasi dapat mempersiapkan diri untuk pergeseran besar berikutnya dalam modernisasi tempat kerja, yaitu kebangkitan PC bertenaga AI.

Sesi tersebut dipimpin oleh Ula Ladrillo, Spesialis Solusi Klien di Dell Technologies Philippines, Inc., yang membahas bagaimana PC AI dirancang untuk meningkatkan produktivitas, memperbaiki manajemen TI, dan mendukung tujuan keberlanjutan.
Sesuai survei terbaru Dell, 47% pemimpin TI berencana mengintegrasikan AI ke dalam PC mereka, sementara 95% berfokus pada pencarian alat yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan kolaborasi. Sekitar 60% juga bertujuan menyederhanakan manajemen TI sambil menjaga keamanan data. Ladrillo mencatat bahwa prioritas yang terus berkembang ini mendorong perusahaan untuk memodernisasi pengaturan kerja mereka, dan Dell berkomitmen untuk mendukung mereka di setiap langkahnya.

Kepada tahun 2028, Dell memperkirakan hampir 98% perusahaan akan mengadopsi PC AI. Perangkat ini didukung oleh Unit Pemrosesan Neural (NPU) yang menangani beban kerja AI seperti pengaburan latar belakang selama panggilan video dan terjemahan waktu nyata, sehingga membebaskan CPU untuk kinerja yang lebih lancar. Agar sebuah PC diklasifikasikan sebagai PC AI, perangkat tersebut harus mampu melakukan setidaknya 10–11 triliun operasi per detik (TOPS), sedangkan PC Copilot+ dapat mencapai lebih dari 40 TOPS, membuka fitur canggih seperti terjemauan offline dalam lebih dari 40 bahasa dan fungsi "recall" baru untuk pengambilan file dengan cepat.
Ladrillo juga mendorong pengguna untuk melakukan pemutakhiran dari Windows 10, karena Microsoft akan segera mengakhiri dukungan dan pembaruannya, yang dapat menyebabkan masalah keamanan dan kompatibilitas, terutama dengan aplikasi terintegrasi AI terbaru.

Agar lini produknya lebih mudah dipahami, Dell menyederhanakan penamaan produknya menjadi tiga kategori: Dell untuk siswa dan penggunaan ringan, Dell Pro untuk lingkungan yang dikelola oleh TI, dan Dell Pro Max untuk beban kerja berkinerja tinggi seperti pengembangan AI dan tugas kreatif. Setiap model tersedia dalam beberapa tingkatan: Essential, Base, Plus, dan Premium dengan pilihan prosesor dari Intel, AMD, dan Qualcomm.
Selain PC, Dell juga membangun ekosistem yang siap untuk AI melalui AI Factory-nya, yang menyediakan dukungan end-to-end bagi bisnis yang memulai perjalanan adopsi AI mereka. Portofolio perusahaan saat ini mencakup monitor, dock, keyboard, dan aksesori audio yang didukung AI, yang semuanya dapat dikelola melalui satu platform perangkat lunak.
Kelangsungan hidup menjadi sorotan lain dalam presentasi tersebut. Dell mengumumkan bahwa perangkat terbarunya kini menggunakan aluminium daur ulang, baja, dan plastik, dengan kemasan yang 100% dapat didaur ulang. Perusahaan ini juga memperkenalkan desain modular USB-C yang lebih tahan lama dan mudah diperbaiki, membantu mengurangi limbah elektronik serta biaya jangka panjang. Bagi administrator TI, Dell menawarkan TechDirect, sebuah alat gratis yang secara proaktif memantau perangkat dan memberi peringatan kepada tim TI mengenai potensi masalah guna meminimalkan waktu henti.
Ladrillo menutup sesi dengan menekankan bahwa Dell bukan sekadar bagian dari revolusi AI — melainkan pemimpinnya. Dengan puluhan tahun inovasi, praktik keamanan yang kuat, dan komitmen berkelanjutan terhadap keberlanjutan, Dell bertujuan membantu organisasi bekerja lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih hijau.
Konferensi Teknologi VST ECS CXO 2025 berlangsung dari tanggal 14 hingga 17 Oktober, mempertemukan para pemimpin teknologi dan mitra untuk membahas tren yang membentuk masa depan transformasi digital dan solusi perusahaan.

0 Comments
Leave a Reply