infinix x yugatech

Telegram menghadapi kemungkinan pelarangan saat DICT meninjau platform tersebut

Listen to article

Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi (DICT) sedang menyelidiki apakah Telegram harus diblokir di Filipina karena kekhawatiran bahwa aplikasi tersebut digunakan untuk perjudian ilegal dan pornografi.

Sekretaris DICT Henry Aguda melaporkan bahwa beberapa operator perjudian ilegal kini menjalankan operasi mereka melalui Telegram, sementara aplikasi tersebut tetap mempertahankan tautan ke gambar dan video pribadi.

Aguda melaporkan bahwa timnya menghadapi tantangan ketika berusaha membangun koordinasi dengan Telegram karena manajemen platform tersebut sulit dihubungi. Ia menyatakan bahwa eksploitasi dan pelecehan seksual terhadap anak secara online merupakan kewajiban mutlak yang harus ditangani oleh semua perusahaan, atau mereka akan menghadapi konsekuensi melalui konten mereka.

DIC mengidentifikasi tiga masalah yang mencakup penipuan keuangan dan konten deepfake saat menyelidiki aktivitas pornografi dan perjudian. Badan ini berkolaborasi dengan Kepolisian Nasional Filipina dan Biro Investigasi Nasional untuk memerangi kegiatan kriminal terkait siber.

React to this article:
Written by
Erl Burtanog

Erl Burtanog

Senior Writer

Erldian Burtanog is a Communication Arts graduate who brings a fresh perspective to the world of technology. His curiosity and passion for storytelling have led him to cover the latest in tech, innovation, and digital trends. He specializes in video production, editing, and writing, and has covered events both locally and internationally for YugaTech. Outside of tech journalism, he creates fashion content and pursues his interest in styling, blending creativity with media and storytelling.

View all posts by Erl Burtanog →

0 Comments

Leave a Reply

Loading next article...