Konon Qualcomm sedang bersiap meluncurkan chipset mid-range bertenaga baru, bernama sandi SM8845, yang bertujuan menjembatani kesenjangan antara Snapdragon 8s Gen 4 dan Snapdragon 8 Elite 2 yang akan datang. Bocoran dari tipster Weibo terkemuka Digital Chat Station menunjukkan bahwa prosesor "flagship terjangkau" ini akan menghadirkan performa mendekati tingkat tertinggi bagi merek seperti Redmi, Realme, dan iQOO sejak musim gugur 2025.
Sesuai bocoran tersebut, SM8845 akan diproduksi menggunakan proses TSMC N3P 3nm yang canggih dan dilengkapi dengan inti CPU Oryon berkinerja tinggi dari Qualcomm—dua inti utama dipasangkan dengan enam inti kinerja tambahan. Konfigurasi ini meniru seri 8 Elite Snapdragon, meskipun SM8845 diperkirakan berjalan pada kecepatan clock sedikit lebih rendah untuk mempertahankan harga yang lebih terjangkau. Sementara detail GPU masih belum dikonfirmasi, para insider mengantisipasi varian Adreno GPU yang disederhanakan, yang mampu menangani game mobile modern pada pengaturan tinggi tanpa tag harga premium.
Strategi ini mengikuti upaya rebranding terbaru Qualcomm. Alih-alih merilis Snapdragon 8 Gen 4, perusahaan memperkenalkan Snapdragon 8 Elite pada akhir 2024—sebuah langkah tak terduga yang lebih selaras dengan prosesor laptop Snapdragon X Elite-nya. Seri Elite kini menggerakkan perangkat flagship seperti Samsung Galaxy S25 Ultra dan Nubia Z70 Ultra. Sementara itu, Snapdragon 8s Gen 4, yang diluncurkan pada awal 2025, menggabungkan inti ARM Cortex-X4 dan Cortex-A720 namun tidak memiliki arsitektur Oryon, menempatkannya tepat di bawah Elite dalam hal kinerja.

Semikonduktor SM8845 yang dikabarkan hadir pada waktu kritis seiring meningkatnya persaingan di segmen mid-range. MediaTek’s Dimensity 9300 dan 9400 telah menunjukkan kinerja kuat dalam perangkat seperti OnePlus 12R dan Vivo X100, menekan Qualcomm untuk menawarkan alternatif yang menarik. Dengan membekali sub-merek dengan semikonduktor mendekati flagship, Qualcomm dapat mempertahankan dominasi pasarnya dan melayani konsumen yang mencari fitur premium dengan biaya lebih rendah.
Analis industri juga menyoroti pentingnya efisiensi daya. Node N3P TSMC menjanjikan peningkatan kinerja hingga 15% atau pengurangan daya hingga 30% dibandingkan generasi sebelumnya, yang dapat diterjemahkan menjadi masa pakai baterai lebih lama untuk perangkat yang didukung SM8845. Efisiensi ini sangat krusial seiring para pembuat ponsel pintar terus mendorong desain yang lebih tipis dan baterai berkapasitas lebih besar tanpa mengorbankan kinerja.
Meskipun Qualcomm belum mengonfirmasi spesifikasi atau tanggal peluncuran SM8845, chipset ini secara luas diperkirakan akan debut bersama Snapdragon 8 Elite 2 pada musim gugur ini. Jika rumor ini terbukti akurat, SM8845 dapat mendefinisikan ulang nilai dalam ekosistem Android—menawarkan pengalaman setara flagship, konektivitas 5G yang tangguh, dan konsumsi daya efisien kepada lebih banyak konsumen.
0 Comments
Leave a Reply