Kementerian Perhubungan (DOTr) dan Dewan Franchising dan Regulasi Transportasi Darat (LTFRB) telah meluncurkan Sistem Pemantauan Kendaraan Umum Publik Terpusat (CPUVMS), sebuah sistem modern yang dapat memantau perjalanan kendaraan umum secara real-time menggunakan Sistem Posisi Global (GPS).

Ketua LTFRB Martin Delgra mengatakan bahwa di bawah CPUVM, lembaga-lembaga terkait juga dapat memeriksa kecepatan, waktu kedatangan yang diperkirakan (ETA), serta jumlah PUV yang melintasi rute tertentu pada waktu tertentu, yang dapat membantu penumpang merencanakan perjalanan mereka. Ia menambahkan bahwa Pusat Komando Kantor Pusat LTFRB juga dapat memantau kemungkinan pelanggaran oleh PUV seperti tidak mematuhi jalur lalu lintas, berhenti terlalu lama, ngebut, dan apakah kendaraan tersebut adalah colorum.
CPUVMS saat ini sedang digunakan pada Fase 1 dari Program Kontrak Layanan, di mana Stasiun Pemantauan PUV Pusat memantau Bus Utilitas Publik (PUB) yang melintasi EDSA Carousel.
Sesuai dengan operasional penuh, CPUVMS akan diimplementasikan untuk Fase 2 bagi Bus Umum Publik Kota (PUB), Fase 3 bagi PUB Provinsi, dan Fase 4 bagi kendaraan publik Kantor Regional Franchising dan Regulasi (RFRO).
"Paulit-ulit naming bibigyang-diin na sa ating recovery efforts ngayong panahon ng krisis, malaki po ang papel na ginagampanan ng technology at digitization. Mas itinataguyod ng digitization ang safety ng mga tao. Dahil po dito, nalilimitahan ang human intervention at mas napapabilis ang serbisyo ng ating mga frontline services sa sektor ng transportasyon," pahayag ni Sec. Tugade.
"Ini adalah tonggak sejarah bagi Dewan karena ini merupakan proyek pertama di mana kami menggunakan teknologi yang baru dan modern guna menangani kegiatan pemantauan dan penegakan peraturan oleh Dewan," ujar Ketua Delgra.
Peluncuran CPUVMS sejalan dengan Surat Keputusan DOTr Nomor 2017-11 atau Pedoman Franchising Terpadu serta Program Modernisasi Kendaraan Umum Publik (PUVMP) pemerintah.
sumber: DOTr

0 Comments
Leave a Reply